Ingin sedikit mengcopy sebuah cerita tentang sahabat nabi yang yang saya baca pada sebuah blog beberapa waktu lalu. kurang lebih begini ceritanya:
Alkisah seorang Sahabat Nabi sedang dalam perjalanan. Beliau melakukan perjalanan dengan menggunakan kuda. Beliau juga ditemani seorang asistennya dalam perjalanan tersebut.
Perjalanan berlangsung hingga tibalah mereka di depan sebuah musholla. Beliau dan asistennya hendak melaksanakan sholat maka dititipkannya kuda yang mereka naiki pada seorang pemuda yang sedang berdiam di samping mushola. Setelah melaksanakan sholat, Sahabat Nabi dan asistennya ini terkejut saat melihat pelana kudanya ternyata sudah raib dicuri pemuda tadi. Akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan dengan menuntun kudanya.
Setelah beberapa waktu berjalan tibalah mereka di sebuah pasar. Di pasar tersebut sang asisten melihat pemuda penjaga kuda tadi sedang menjual pelana curiannya pada seorang pedagang. Sang Asisten hendak berlari mengejar pemuda itu namun Sahabat Nabi melarangnya. "Biarkan saja, biarkan pemuda itu pergi." ucap Sahabat Nabi dengan tenang. Setelah si pemuda pergi, Sahabat Nabi lantas menghampiri si pedagang dan membeli lagi pelana kudanya. Sang asisten keheranan, dia lantas bertanya, "Wahai Sahabat, mengapa engkau beli lagi pelana kuda itu yang nyatanya adalah barang kepunyaanmu. mengapa juga engkau biarkan pemuda pencuri itu pergi begitu saja? Lalu sahabat nabi dengan tenang berkata, "Sebenarnya aku sudah berniat memberi uang pada pemuda itu sebagai balasan atas jasanya sudah menjaga kuda ku. sedikit saja dia bersabar maka rezekinya ini akan dia dapatkan dengan cara yang halal, sayangnya dia tidak cukup sabar menahan nafsunya sehingga rezeki tidak halal lah yang dia dapatkan."
Inti dari cerita ini adalah, rezeki itu sudah digariskan kawan, sebagai manusia kita hanya perlu berusaha untuk mendapatkannya dengan cara halal, selalu mensyukurinya pada Allah tidak peduli rezeki itu besar atau kecil, dan selalu menyisihkan sebagian dari rezeki itu untuk orang-orang membutuhkan di sekeliling kita. Tidak perlu berambisi untuk mengejarnya hingga kita melupakan hal penting lain dalam hidup ini, apalagi berambisi sampai stress hanya membuat hati ini tidak tenang. Lebih parah lagi jika menghalalkan segala cara hanya untuk mendapatkan uang. Life is not only about money, right? =).
No comments:
Post a Comment