Ini nih salahsatu penyakit saya dari dulu yang paling susah saya hilangkan. NGARET! haha. atau kalopun ga ngaret waktunya mepet. Kalo istilah kerennya, mepet atau tepat waktu itu "on time", padahal yang bagus itu "in time" yang artinya masih ada sisa waktu untuk berjaga-jaga kalo ada hambatan kita ga jadi telat. hehe.
Di jepang, yang namanya ngaret itu udah seakan-akan dosa besar banget karena merugikan orang lain yang jadi harus menunggu. disini orang-orang lebih individual jadi sama sekali ga mau keganggu termasuk terbuang waktunya. "Osoi ne.. Osoi nee.. dame.. dame.." yang artinya " lama.. lama.. jelek.. jelek.."itu yang pasti dikatakan semua orang saat kita ngaret, padahal mungkin telatnya ga sampe 5 menit. haha. jadwal kereta, bis, dan sarana umum lainnya ketelitiannya sampai satuan menit dan hampir selalu on time kecuali kalo ada kondisi khusus seperti bencana, kecelakaan dan lain-lain.
Disini memang yang namanya "toleransi" jauh lebih sedikit dibanding di Indonesia. yang namanya telat ya tetep aja telat apapun alasannya. kadang terkesan monoton dan kaku sih, hidupnya udah terprogram jadi kaya robot. hehe. tapi tetap budaya disiplin itu bagus dan harus dibiasakan. =)
Friday, December 7, 2012
Memilah sampah dan membuang sampah pada tempatnya
Kesan pertama saat tiba di Jepang, negara ini BERSIH. di jalan-jalan tidak ada sampah berserakan. Memang disiplin membuang sampah jadi kuncinya. Padahal titik-titik tempat membuang sampah bisa dibilang jarang. Terkadang saya bawa sampah di tas dan baru dibuang di asrama. Ternyata orang jepang juga sama. haha.
Dan bukan hanya itu, disini semua sampah dipilah agar mudah mendaur ulangnya. Di titik-titik membuang sampah, biasanya berderet tempat sampah dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada tempat sampah untuk kertas dan bahan yang bisa dibakar dan tempat sampah untuk plastik dan bahan tidak bisa dibakar. Tempat sampah untuk kaleng terbagi menjadi kaleng minuman dari alumunium, kaleng minuman dari baja, dan kaleng makanan seperti sarden dll. Tempat membuang puntung dan abu rokok juga khusus dan hanya bisa ditemukan di smoking area. Yang paling ribet itu kalo mau buang botol plastik "pet botol". Tempat sampahnya ada tiga. Tempat buat botolnya, plastik labelnya, dan tutupnya. Jadi kalo mau buang kita harus lucutin itu botol. haha. Emang ribet sih, tapi kalo dibiasain lama-lama bisa juga. dan buktinya emang jadi bersih. Walaupun kadang-kadang saya masih menemukan ada beberapa puntung rokok dan sampah-sampah kertas berukuran kecil di jalanan. Tapi itu sangat sedikit masih bisa dihitung jari. yaa memang kesempurnaan hanya milik Allah bukan? hehe. Tapi lagi-lagi ini membuktikan bahwa hal positif walaupun kecil jika dibiasakan bisa berdampak besar dan bermanfaat buat semua orang.
Dan bukan hanya itu, disini semua sampah dipilah agar mudah mendaur ulangnya. Di titik-titik membuang sampah, biasanya berderet tempat sampah dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada tempat sampah untuk kertas dan bahan yang bisa dibakar dan tempat sampah untuk plastik dan bahan tidak bisa dibakar. Tempat sampah untuk kaleng terbagi menjadi kaleng minuman dari alumunium, kaleng minuman dari baja, dan kaleng makanan seperti sarden dll. Tempat membuang puntung dan abu rokok juga khusus dan hanya bisa ditemukan di smoking area. Yang paling ribet itu kalo mau buang botol plastik "pet botol". Tempat sampahnya ada tiga. Tempat buat botolnya, plastik labelnya, dan tutupnya. Jadi kalo mau buang kita harus lucutin itu botol. haha. Emang ribet sih, tapi kalo dibiasain lama-lama bisa juga. dan buktinya emang jadi bersih. Walaupun kadang-kadang saya masih menemukan ada beberapa puntung rokok dan sampah-sampah kertas berukuran kecil di jalanan. Tapi itu sangat sedikit masih bisa dihitung jari. yaa memang kesempurnaan hanya milik Allah bukan? hehe. Tapi lagi-lagi ini membuktikan bahwa hal positif walaupun kecil jika dibiasakan bisa berdampak besar dan bermanfaat buat semua orang.
Hobi berjalan kaki
Di indonesia, sudah jarang kita temui orang yang berjalan kaki untuk transportasinya sehari-hari. Jangankan untuk yang jauh-jauh, buat pergi ke warung yang jaraknya hanya beberapa meter saja kadang-kadang kita pake motor. Sebenarnya saya juga salahsatunya yang seperti itu lho. hehe.
Nah, di jepang, salahsatu budaya yang saya suka dan secara tidak langsung memaksa saya menjadi lebih sehat adalah kebiasaan berjalan kaki. Dan sebenarnya bukan hanya berjalan kaki tapi berjalan kaki cepat. haha. Sedikit cerita, untuk pergi ke kantor, saya harus berjalan kaki sekitar 20 menit setiap pagi ke stasiun. ditambah banyak sekali anak tangga yang harus dilewati baik di asrama, di kantor, di stasiun dan di tempat-tempat umum lainnya. pokoke sehat disini. haha. dan itu bukan cuma saya lho, emang lifestyle disini seperti itu. =)
Selain menyehatkan, kebiasaan berjalan ini juga berdampak besar pada lalu lintas kendaraan di jepang. Disini jarang terjadi macet. Biasanya hanya di daerah-daerah dan waktu-waktu tertentu saja, dan itupun jarang. kalaupun macet paling hanya sebentar dan tidak akan separah di Indonesia. Hal itu karena orang lebih memilih pakai transportasi publik. Memang transportasi publik yang terawat dengan baik membuat orang nyaman bepergian menggunakan layanan tersebut. Tapi tetap saja kalo tidak dibiasakan jalan kaki itu semua jadi nihil. Stasiun kereta dan terminal bus memang banyak, tapi tetap saja untuk mencapainya harus berjalan kaki dulu sekitar 15 - 30 menit. Kalo gamau jalan kaki ya ujung-ujungnya pake kendaraan pribadi lagi dan bikin macet jalan lagi. Nihil toh..haha.
Ayo biasakan jalan kaki!!
Nah, di jepang, salahsatu budaya yang saya suka dan secara tidak langsung memaksa saya menjadi lebih sehat adalah kebiasaan berjalan kaki. Dan sebenarnya bukan hanya berjalan kaki tapi berjalan kaki cepat. haha. Sedikit cerita, untuk pergi ke kantor, saya harus berjalan kaki sekitar 20 menit setiap pagi ke stasiun. ditambah banyak sekali anak tangga yang harus dilewati baik di asrama, di kantor, di stasiun dan di tempat-tempat umum lainnya. pokoke sehat disini. haha. dan itu bukan cuma saya lho, emang lifestyle disini seperti itu. =)
Selain menyehatkan, kebiasaan berjalan ini juga berdampak besar pada lalu lintas kendaraan di jepang. Disini jarang terjadi macet. Biasanya hanya di daerah-daerah dan waktu-waktu tertentu saja, dan itupun jarang. kalaupun macet paling hanya sebentar dan tidak akan separah di Indonesia. Hal itu karena orang lebih memilih pakai transportasi publik. Memang transportasi publik yang terawat dengan baik membuat orang nyaman bepergian menggunakan layanan tersebut. Tapi tetap saja kalo tidak dibiasakan jalan kaki itu semua jadi nihil. Stasiun kereta dan terminal bus memang banyak, tapi tetap saja untuk mencapainya harus berjalan kaki dulu sekitar 15 - 30 menit. Kalo gamau jalan kaki ya ujung-ujungnya pake kendaraan pribadi lagi dan bikin macet jalan lagi. Nihil toh..haha.
Ayo biasakan jalan kaki!!
Tuesday, December 4, 2012
Belajar Menulis (blog pertama,postingan pertama).
Saya sebenarnya bukan orang yang suka nulis. Dari kecil saya selalu cepat bosan dan ngantuk tiap disuruh baca dan nulis. saya lebih memilih nonton tv atau dengerin musik. Yes, it's me. hehe.
Nah, trus kenapa bikin blog? ya, sekarang saya ingin mencoba menulis, mencoba mencurahkan isi pikiran lewat tulisan. hehe. Hmm, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya ingin menulis,
Pertama, belakangan ini saya perhatikan orang yang suka membaca dan menulis itu wawasannya lebih luas dan tingkat kecerdasannya lebih tinggi. daya tangkap lebih cepat dan mungkin IQ nya lebih tereksplore maksimal. Selain itu, dengan sering menulis orang jadi terbiasa untuk merangkai kata secara teratur dan sistematis. Memudahkan kita untuk berkomunikasi lisan dan tulisan nantinya.=)
Kedua, setiap hari kita belajar suatu hal yang baru. Tapi kadang2 saking banyaknya kita jadi lupa. Dan saya pun merasa saya ini pelupa PARAH!! Makanya saya buat blog ini. Kalo suatu saat saya lupa sesuatu, saya punya tulisan ini yang bisa saya baca dan bisa mengingatkan lagi. =)
Ketiga, salahsatu visi hidup saya adalah ingin mengamalkan ilmu yang saya miliki sebanyak-banyaknya. Sampai hari ini sejujurnya saya masih merasa sangat kurang dan belum tau jg caranya yang baik gimana. Kebetulan profesi yang diambil pun bukan sebagai guru, dosen, atau pendidik. Jadi, saya buat blog ini untuk menceritakan pengalaman-pengalaman yang jadi pelajaran buat saya. dan semoga banyak yang tertarik baca dan bisa jadi pelajaran juga buat semua yang baca. Dengan begitu, bisa jadi langkah awal saya sampai mudah-mudahan nanti ada cara yang lebih efektif dan konkret untuk mengamalkan ilmu ini.=)
Keempat, seorang teman pernah berkata, setiap orang besar pasti punya catatan hidup semacam biografi atau autobografi. jadi saya buat dulu catatan ini siapa tau nanti jadi orang besar ga susah lagi cari source buat bikin biografi. haha. alasan keempat ini ga terlalu penting sebenrnya.=P.
Ya, itu lah beberapa alasan mengapa saya menulis. mudah2an bisa continue dan semua tujuan-tujuan di atas bisa terpenuhi. Amiinn... Oke, saya rasa cukup kata-kata pembukanya. sampai ketemu di tulisan berikutnya.
Nah, trus kenapa bikin blog? ya, sekarang saya ingin mencoba menulis, mencoba mencurahkan isi pikiran lewat tulisan. hehe. Hmm, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa saya ingin menulis,
Pertama, belakangan ini saya perhatikan orang yang suka membaca dan menulis itu wawasannya lebih luas dan tingkat kecerdasannya lebih tinggi. daya tangkap lebih cepat dan mungkin IQ nya lebih tereksplore maksimal. Selain itu, dengan sering menulis orang jadi terbiasa untuk merangkai kata secara teratur dan sistematis. Memudahkan kita untuk berkomunikasi lisan dan tulisan nantinya.=)
Kedua, setiap hari kita belajar suatu hal yang baru. Tapi kadang2 saking banyaknya kita jadi lupa. Dan saya pun merasa saya ini pelupa PARAH!! Makanya saya buat blog ini. Kalo suatu saat saya lupa sesuatu, saya punya tulisan ini yang bisa saya baca dan bisa mengingatkan lagi. =)
Ketiga, salahsatu visi hidup saya adalah ingin mengamalkan ilmu yang saya miliki sebanyak-banyaknya. Sampai hari ini sejujurnya saya masih merasa sangat kurang dan belum tau jg caranya yang baik gimana. Kebetulan profesi yang diambil pun bukan sebagai guru, dosen, atau pendidik. Jadi, saya buat blog ini untuk menceritakan pengalaman-pengalaman yang jadi pelajaran buat saya. dan semoga banyak yang tertarik baca dan bisa jadi pelajaran juga buat semua yang baca. Dengan begitu, bisa jadi langkah awal saya sampai mudah-mudahan nanti ada cara yang lebih efektif dan konkret untuk mengamalkan ilmu ini.=)
Keempat, seorang teman pernah berkata, setiap orang besar pasti punya catatan hidup semacam biografi atau autobografi. jadi saya buat dulu catatan ini siapa tau nanti jadi orang besar ga susah lagi cari source buat bikin biografi. haha. alasan keempat ini ga terlalu penting sebenrnya.=P.
Ya, itu lah beberapa alasan mengapa saya menulis. mudah2an bisa continue dan semua tujuan-tujuan di atas bisa terpenuhi. Amiinn... Oke, saya rasa cukup kata-kata pembukanya. sampai ketemu di tulisan berikutnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)